
Sudah lima tahun lebih aku menjalin hubungan asmara dengan dia, sejak aku SMA aku sudah berpacaran dengannya. Sebenarnya orangtuaku tidak mengizinkan berpacaran selama aku masih sekolah.
Tapi gejolak asmara di masa-masa remaja menjadikan aku menutup mata dan telinga terhadap nasehat orangtua. Dia hanyalah seorang laki-laki sederhana, yang hanya lulusan SD, karena faktor ekonomi yang membuatnya tidak bisa melanjutkan penndidikannya dan dia adalah tetangga sendiri yang masih satu RT denganku. Tapi dia pendiam dan cuek terhadap wanita, maka dari itulah aku tertarik padanya. Selama aku SMA dia sering mengantarkanku ke sekolah, dia juga sering memberiku barang-barang kebutuhanku.
Setelah melaui gejolak dan tekanan batin yang berat dari orang tuaku maka akhirnya aku memutuskan untuk kuliah. Dia pun setuju dan mendukungku untuk kuliah. Dia selalu menemaniku untuk mengerjakan tugas dan selalu perhatian sama kuliahku. Suatu ketika Ibuku menasehati aku bahwa aku harus sukses dan harus memiki pendamping yang berpendidikan tinggi dan mapan karena ibuku menginginkan aku bahagia serta berkecukupan.
Nasehat ibuku selalu terucap sehingga terdengar ke Ibunya pacarku, dia dinasehati bahwa harus mencari wanita yang biasa saja tidak usah berpendidikan tinggi karena supaya sejajar dengan dia. Namun kami tidak bergeming, kami masih mempertahankan rasa cinta yang sangat membara karena tidak ada yang salah dengan cinta walaupun ada perbedaan kasta.
Kami tidak patah semangat. kami masih berjuang untuk membuktikan bahwa kami pantas memiliki rasa untuk saling memiliki. meskipun dia sellau menjagaku dan menjaga kehormatanku sebagai wanita. Hari demi hari telah kami lalui bersama, masalah demi masalah kami hadapi berdua dan masih dengan perasaan yang sama serta mimpi untuk mendapat restu orang tua masih membara.
Dia terus berusaha meyakinkan orang tuaku bahwa dia tulus menyayangiku dia akan berjanji akan bekerja yang rajin agar bisa membhagiakanku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar