Latest News

Sabtu, 25 Januari 2020

Walaupun Masih Sendiri di Umur 25 Tahun, Kamu Bukan Produk Gagal atau Reject! Ini Alasan untuk Tidak Obral Diri


Akan ada waktunya kamu mendapatkan pertanyaan tentang apa sih yang kamu cari? Ketika kamu sudah tiba pada usia berkeluarga yang sesuai dengan kesepakatan bersama, namun kamu masih asyik sendiri saja. Suatu saat kamu akan diminta untuk mengevaluasi diri.Jauh sebelum itu, kamu pasti akan diperingatkan untuk tidak terlalu sibuk mnegejar karier sehingga lupa untuk mencari pendamnping hidup.

 Sekarang semakin bertambahnya usia, pilihan juga semakin menipis. Mungkin suatu saat nanti kamu akan dihadapkan dengan beberapa pertanyaan. Apakah selama ini kamu mematok terlalu tinggi? Haruskah memulai menurunkan level, supaya lebih terjangkau dan akhirnya laku. Sudah tidak waktunya kamu berjual mahal, semkain banyak celotehan ada yang mau saja sudah untung'yang bakal kamu dengar. Masa keemasan perempuan terhenti di usia 22-25 tahun. Saat itu kamu bebas menentukan standar pasangan yang bagaimana.

Disaat sudah mulai usia 30 tahun, kamu harus menurunkan sedikit demi sedikit standarmu, karena kesempatanmu sudah mulai habis. Siapapun yang datang untuk meminang, harus diterima, karena distulah kesempatan kamu satu-satunya. Mungkin kita bertanya-tanya mengapa pernikahan selalu dikaitkan dengan usia. Karena dimata orang, kamu sudah dianggap keluar jalur. Namun jangan biarkan ini menyurutkan langkahmu.

Kamu yang keasyikan mengejar cita-cita hingga lupa pada usia yang semakin beranjak, bukan berarti harus menurunkan standar buat kamu.Menunda pernikahan tidak selalu berarti menghabiskan waktu. Kamu juga terus belajar dari setiap momen kehidupan untuk menjadi sosok yang kian baiksetiap harinya.

 Dengan segala yang sudah kamu tempuh ini, apakah kamu rela membiarkan dirimu seperti barang obralan? Tidak perlu menurunkan harga, sebab jodoh adalah cerminan diri, kamu berhak mendapatkan dia yang sama baiknya. Usia juga tidak menentukan tingkat kedewasaan. Sementara sebuah pernikahan tentu mensyaratkan dua orang yang sudah bisa menyikapi segala sesuatu dengan dewasa. Adayang sudah merasa siap di usia 17 tahun, ada yang baru mantab 24 tahun, ada pula yang belum merasa perlu meskipun usianya sudan 30-an.

Tidak perlu dibandingkan, karena setiap orang punya standar kesiapan sendiri. Tidak perlu ditinjau kembali, apalagi dikoreksi. Itu merupakan keputusan pribadi. Bagaimana kita memandang diri sendiri lebih penting dari pada apa kata orang. Tentu ada sisi positif dari memikirkan usia yang semakin bertambah dan tidak mungkin berkurang. Dengan begitu kamu akan semakin termotivasi.

 Namun terlalu risau akan usia keemasan yang tidak bisa terulang, itu semua hanya membebani diri sendiri. Sebab jika ditakdirkan bertemu, pasti kalian akan bertemu, berapapun usiamu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar