Latest News

Sabtu, 25 Januari 2020

Menjadi Orang Baik Memang Perlu, tapi Jangan Sampai Dirimu Teriksa Terus Menerus


Setiap manusia pasti ingin menjadi orang baik, sedikit kebaikan bisa jadi penawar baik dalam kehidupan. Tetapi ada beberapa orang yang justru bersikap terlalu baik, yang kemudian membuat hidupnya sering sengsara. Berawal dari rasa tidak enakan yang begitu besar, terlalu memikirkan perasaan orang,sehingga merasa ingin selalu terlihat baik di hadapan orang.

Percayalah, memang menjadi orang baik terlihat menyenangkan, namun kita juga perlu tahu kapan kapan harus berhenti untuk bersikap baik, jika ternyata kebaikan merugikan diri kita sendiri. Kamu tidak akan bisa membahagiakan semua orang.

Saat kamu akan mencoba membahagiakan yang satu, maka yang satu pasti tidak akan terima dan minta dibahagiakan pula. Kamu akan merasa lelah dan akan berakhir menderita kalau kamu terus mencoba membahagiakan orang lain. Manusia tidak ada yang sempurna.

Bahkan sekalipun kamu terlahir menjadi seseorang yang baik hati, kamu pasti tetap saja memiliki kekurangan. Berusaha menjadi sempurna hanya akan membuat kamu tersiksa sendiri. Berperilaku terlalu baik terkadang membuat kita tak lagi emnghargai diri sendiri.

Karena isi pikiran kita sudah terpenuhi dengan keinginan untuk mendahulukan segala kebutuhan orang lain. Kamu itu juga manusia, sama seperti mereka. Jangan sampai kamu menolak mengakui bahwa kamu sedang dimanfaatkan dengan alasan kebaikan hatimu yang tidak masuk akal.'

Ingatlah kamu juga butuh bahagia dan kamu tidak perlu membahagiakan orang lain. Belum tentu orang lain akan membahagiakanmu. Jadi dari pada menyiksa dirimu sendiri , lebih baik kamu menjalani hidupmu dengan baik dan membuat dirimu sendiri bahagia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar