Latest News

Sabtu, 25 Januari 2020

Ternyata Kita Benar-Benar Dewasa di Usia 30 Tahun, Mungkin Sebuah Badai di Usia 20-an, Semua Itu Cuma Pemanasan


Sebagian orang, menjadi dewasa adalah sesuatu yang menyenangkan. Karena kita bisa bebas melakuakan apa saja dan tidak lagi dianggap anak-anak, dan bisa menentukan arah sebuah kehidupan sendiri. Namun sebagian orang, menjadi dewasa justru "mengerikan" karena memiliki tanggung jawab yang lebih besar, beban yang lebih berat serta tantangan hidup yang tinggi.

Jika dibandingkan antara perkembangan manusia dan ilmu hukum, ada perbedaan. Seseorang akan dianggap dewasa jika mereka berumur 18 tahun, secara legal tidak apa-apa kalau mau merokok dan minum alkohol. Dan disaat ini pula hak suaramu dalam pemilu sudah berlaku.

Keika berada dimasa peralihan ini, kamu tidak bia lagi disebut sebagai seorang remaja, namun juga belum saatnya disebut sebagai orang dewasa. Pater Jones, seorang profesor psikiatri dan Wakil Kepala Fakultas kedokteran Klinik di Universitas Cambridge dalam laporannya pada BBC yang dimuat MSN, mengatakan bahwa otak seseorang akan mengalami perubahan 3 dekade dalam masa hidupnya.

 Disitulah dalam umur kepala 3, seseorang baru benar-benar dewasa. Mungkin dewasa setiap orang berbeda-beda, dewasa secara fisik dan menjadi dewasa secara emosional.  Menjadi dewasa secara fisik mudah dilihat dengan mata, sedangkan dewasa secara emosi hanya bisa dilihat secara tersirat dari bagaimana kamu berfikir, bertindak, menghadapi konflik, dan mengambil keputusan. Usia 30-an, otak manusia sudah terbentuk dan berkembang secara sempurna.

 Tentu saja perkembanggan biologis dan neurologis ini bukan penentu sikap dewasa. Akan tetapi, bila saat ini kamu ditanya tentang makna dewasa, namun kamu meraa blank dan tidak mampu menjawabnya, jangan khawatir. Semua orang merasakan hal yang sama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar