Latest News

Jumat, 24 Januari 2020

Azab Akibat Orang Suka Berhutang Tetapi Tidak Pernah Melunasi Hutangnya

Hutang dapat membawakan seorang masuk kedalam surga, tetapi juga dapat menjerumuskannya kedalam neraka. Dalam kehidupan zaman sekarang, mayoritas manusia tidak terlepas dari yang namanya hutang piutang. (planet merdeka)
Demikian kondisi manusia yang Allah tetapkan, terdapat berbagai macam rezeki yang berlimpah ruah dan terdapat pula yang dipersempit rezekinya, semua itu dikarenakan manusia tidak mampu mamadai kebutuhan pokoknya sampai mendorongnya dengan terpaksa mencari pinjaman.
Dalam ajaran Islam, hutang piutang merupakan muamalah yang dibolehkan, tetapi diwajibkan untuk berhati-hati dalam menerapkannya.
Islam menyuruh kepada umatnya untuk menjauhi hutang semaksimal bisa jadi apabila dia sanggup membeli dengan tunai atau tidak dalam kesempitan ekonomi. karena bagi rasulullah SAW  hutang mampu memunculkan pengaruh yang kurang baik dan juga musibah untuk pelakunya di dunia maupun di akhirat yang diantaranya hutang menggambarkan pemicu kesedihan dimalam hari dan kehinaan di siang hari, hutang juga mampu membahayakan akhaq (mampu menimbulkan sikap yang kurang baik untuk orang yang suka berhutang, seperti berdusta dan ingkar janji.
Rasulullah SAW bersabda "sesungguhnya seorang apabila berhutang, hingga ia sering mengatakan lalu berdusta, dan juga berjanji lalu mengingkari. (HR. Al-Bukhari)
Bahaya berhutang tidak terus menjadi dahsyat apabila tercantum di dalamnya faktor riba (baca:bunga) walaupun cuma sedikit 0,1%. Sebagaimana seorang kerika berhutang kepada teman, di dalam hatinya dia telah bernazar tidak akan melunasi hutangnya, ataupun sengaja mengulur-ulur pelunasan hutangnya yang telah jatuh tempo. Perbuatan semacam ini merupakan wujud kedzoliman kepada teman yang tidak membinasakan pelakunya dan juga jadi kegelapan pada hari kiamat.
Semoga Allah SWT melindungi kita dari bahaya berhutang di dunia  maupun di akhirat, dan semoga Allah melimpahkan rezeki yang luas, halal, berkah kepada kita.
(sumber : https://planet.merdeka.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar